CIREBON - Suasana hangat dan penuh harapan menyelimuti Desa Trusmi Kulon, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Senin pagi, 6 Juli 2026. Pukul 09.00 WIB menjadi penanda dimulainya babak baru dalam program pengabdian masyarakat, yaitu penerimaan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Kuningan. Kehadiran Sertu Fernando, Babinsa Desa Trusmi Kulon, menjadi saksi bisu betapa eratnya jalinan kolaborasi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemerintah desa, dan institusi pendidikan tinggi.
Puluhan mahasiswa Universitas Kuningan tampak antusias memadati lokasi, siap menyumbangkan tenaga dan pikiran mereka untuk kemajuan Desa Trusmi Kulon. Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Cucu Suhartini, S.Pd., M.Pd., kegiatan ini mengemban misi besar bertajuk “Akselerasi Berdampak Menuju Desa Mandiri dan Berdaya Saing Berbasis Inovasi Lingkungan, Digitalisasi UMKM, dan Literasi Terintegrasi.”
Fokus utama Babinsa dalam kegiatan ini adalah memastikan seluruh rangkaian acara penerimaan berjalan lancar dan kondusif. “Kami dari Koramil melalui Babinsa siap mendukung dan mengawal seluruh rangkaian kegiatan KKM agar berjalan aman, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kehadiran mahasiswa diharapkan menjadi mitra strategis dalam mendorong inovasi serta memperkuat semangat gotong royong di Desa Trusmi Kulon, ” ujar Sertu Fernando.
DPL Cucu Suhartini menekankan pentingnya adaptasi mahasiswa dengan lingkungan sosial masyarakat setempat. Beliau berharap program kerja yang dijalankan mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat, inovasi lingkungan, digitalisasi UMKM, dan peningkatan literasi.
Kepala Desa Trusmi Kulon, Abdul Tolib, menyambut baik kedatangan para mahasiswa. “Kami menyambut kehadiran baik mahasiswa KKM Universitas Kuningan. Semoga berbagai program yang dilaksanakan dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan potensi desa, memperkuat UMKM, serta mendukung terwujudnya Desa Trusmi Kulon yang mandiri dan berdaya saing, ” ungkapnya.
Ketua Kelompok 13 KKM Desa Trusmi Kulon, Ilcham Setyawan, menegaskan kesiapan organisasinya. “Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat untuk menjalankan program kerja yang relevan dengan kebutuhan desa. Harapan kami, kehadiran KKM dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, ” tuturnya.
“Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang mengedepankan inovasi, kepedulian sosial, dan kerja sama dengan masyarakat. Program KKM ini merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian yang berdampak langsung bagi pembangunan desa, ” imbuh DPL Cucu Suhartini, S.Pd., M.Pd.
Kepala LPPM, Dr. Ilham Adhya, S.Hut., M.Si., menambahkan bahwa program KKM Universitas Kuningan dirancang untuk menghadirkan solusi aplikatif. “Program KKM Universitas Kuningan dirancang untuk menghadirkan solusi yang aplikatif melalui inovasi lingkungan, digitalisasi UMKM, dan penguatan literasi. Kami berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan dapat menghasilkan perubahan yang berkelanjutan menuju desa yang mandiri dan berdaya saing, ” jelasnya.
Seluruh rangkaian acara penerimaan berjalan dengan aman, tertib, dan diliputi optimisme. Kehadiran Babinsa menjadi simbol nyata dari kolaborasi solid yang digagas untuk mendorong pembangunan desa melalui sinergi lintas sektor.

Fernando